Jakarta - Gegap gempita video porno mirip Ariel, Luna Maya dan
Cut Tari telah merebut perhatian dunia internasional. Isu terorisme
yang melanda Indonesia digantikan isu seksmania.
Salah seorang warga negara Indonesia di Washington mengirimkan kabar
lewat SMS bahwa publik Amerika dibikin geger oleh ulah binal ketiga
artis itu. Seksmania Indonesia menggantikan terorisme, merasuki ruang
publik kelas dunia.
“Seksmania Indonesia kelewat liberal, menggantikan isu terorisme.
Kemarin RI dikenal dunia karena teroris, kini kian dikenal banalitas
artis,” papar salah satu SMS dari Washinton DC yang diterima INILAH.COM, semalam.
Bahkan masyarakat AS melihat, ketiga aktor mesum itu berhasil go international dan diberitakan media top AS seperti CNN dan New York Times. Bukan
karena prestasinya, namun, karena ulahnya yang menimbulkan kehebohan
global. Ini pornografi kelas global, kelas dunia!
Beberapa media Barat lainnya yang tercatat memuat berita ini adalah
CBS, ABC News, Associated Press. Juga beberapa media Inggris seperti
The Sun, Guardian, Daily Mail, Telegraph serta media-media kecil
lainnya.
Berita mengenai tiga selebritis dalam negeri itu mulai ramai
diberitakan media AS sejak awal pekan ini. Kedua media tersebut,
menuliskan cukup lengkap dengan menyebutnya sebagai sex tape scandal.
“Seperti skandal seks selebritis lainnya, kasus ini membuat banyak
orang menggelengkan kepalanya. Namun di Indonesia, negara di mana hukum
agak tua dan tindakan seperti ini dinilai tak bermoral, mereka yang
terlibat skandal akan menderita lebih dari sekedar malu,” demikian
dikutip dari NY Times.
Karena dianggap kelas dunia, maka tiga selebritas yang diduga main
dalam video-video seks yang beredar di internet, Nazriel Irham atau
Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari, akan menjalani tes fisik oleh Polri
untuk membuktikan keaslian video-video tersebut. Hal ini akan dilakukan
setelah para saksi ahli, Roy Suryo dan Didin Shalahudin, memberi hasil
kajian teknis mereka kepada polisi.
Dalam hasil kajian teknis yang disampaikan Roy, sebagai saksi ahli
multimedia, kepada penyelidik, Selasa (15/6), anggota Komisi I DPR
tersebut memastikan bahwa video-video itu asli dan bukan hasil
rekayasa. Sementara itu, Didin, dijadwalkan Mabes Polri, akan
menyerahkan hasil kajiannya pada Rabu (16/6).
Uji fisik akan dilakukan untuk mengetahui ciri-ciri khusus
sebenarnya pada tubuh Ariel, Cut Tari, dan Luna. Ciri-ciri itu akan
dibandingkan dengan ciri-ciri para pelaku adegan-adegan seks dalam
video-video itu.
“Jadi, rekaman itu menjadi penting dan bisa digunakan pihak
kepolisian untuk memperbandingkan atau melakukan uji fisik terhadap
para pelaku yang ada pada rekaman tersebut,” jelas Roy.
Menurut Roy, hasil kajiannya telah diterima dengan baik oleh Mabes
Polri. Oleh karena itu, kepolisian segera menjadwalkan uji fisik
tersebut. Uji fisik itulah yang nanti akan membuktikan apakah Ariel,
Cut Tari, dan Luna merupakan para pelaku dalam video-video itu atau
bukan. “Satu langkah lagi, maka pelakunya bisa terbukti,” ujarnya.
Salah satu ciri fisik perempuan yang disebut mirip Luna adalah tato
yang terdapat di pinggul sebelah kiri. Menurut Roy, hal itu juga yang
akan dibuktikan polisi nanti. “Jadi, bukan kompetensi saya juga untuk
memeriksa tato. Ahli IT itu tugasnya bukan memeriksa tato atau lekukan
wajah. Itu polisi nanti. Saya hanya menganalisis rekaman," tandasnya.
Pemeriksaan Polri nanti membuktikan apakah pemain dalam video jorok
itu benar-benar Ariel, Luna dan Cut Tari atau sosok lainnya. Polri
berniat menegakkan hukum dan keadilan dalam skandal pornografi itu.
Apakah Ariel-Luna-Cut Tari bakal go international atau malah go to Hotel Prodeo? Hanya waktu yang bisa menjawabnya. [mdr]