Jakarta - Dokter mampu menggunakan tes darah untuk memprediksi waktu bagi perempuan untuk mengalami menopause.mung
Penelitian ini akan dipresentasikan pada konferensi European
Fertility di Roma. Para ahli Iran mengatakan studi ini akan menjadi
tahap awal dalam mengembangkan perangkat yang mampu membantu perempuan
memutuskan waktu yang tepat untuk memiliki anak.
Tes ini tidak dapat memprediksi waktu pasti seorang perempuan
kehilangan masa kesuburan mereka di mana ini berkaitan erat dengan masa
menopause. Namun jika dokter mengetahui kapan perempuan akan mengalami
menopause, mereka mampu mengkalkulasikan kapan waktu perempuan
kehilangan indung telur mereka.
Para ilmuwan mengatakan tes itu bisa sangat membantu dalam
mengidentifikasi wanita yang mungkin masuk ke menopause dini - pada
akhir 40-an atau sebelumnya, bukan mereka yang berada di usia
pertengahan 50-an.
Saat ini, ada beberapa petunjuk bagi dokter untuk mengatakan kapan
wanita muda menuju menopause dini. Tes darah dan pengamatan ovarium
hanya memberikan pemberitahuan terlebih dahulu bagi wanita dalam jangka
waktu beberapa tahun.
Ilmuwan Iran mengambil sampel darah dari 266 perempuan berusia 20-40
dan mengukur jumlah hormon anti-mullerian, atau AMH, dalam tubuh
mereka. Pengujian jumlah AMH pada wanita memberitahu dokter berapa
banyak telur yang tertinggal dalam ovarium. Dua sampel darah diambil
pada enam tahun berikutnya dan pemeriksaan fisik juga dilakukan.
Iilmuwan menggunakan model matematis untuk memperkirakan kapan
perempuan akan masuk ke menopause. Dari 63 perempuan dalam studi yang
telah mengalami menopause, prediksi para peneliti cukup akurat untuk
dalam waktu empat bulan. Studi ini dimulai pada 1998 dan hingga sedang
berlangsung.
"Ini bukan sesuatu yang kita bisa berikan pada esok hari," kata
William Ledger, pakar kesuburan di Universitas Sheffield, yang tidak
terkait penelitian. "Tapi jika benar-benar bekerja, itu bisa sangat
berguna untuk wanita muda yang membuat pilihan tentang apakah bekerja
atau memiliki keluarga."
Beberapa ahli skeptis bahwa tes darah tunggal pada perempuan muda
bisa begitu bermanfaat. "Prinsip pengukuran AMH adalah wajar, tapi saya
tidak yakin Anda bisa memprediksi (menopause) dalam satu dekade hanya
dengan satu tes," kata Nick Panay, seorang konsultan ginekologi di
Queen Charlotte`s and Chelsea Hospitals in London, Hammersmith.
Dia menganggap bahwa mungkin perlu untuk menguji perempuan lebih
sering saat mereka semakin dewasa untuk memantau penurunan kadar hormon
jika indikasi menopause sudah dekat.
Para dokter mengatakan lebih banyak data harus tersedia tentang
reliabilitas tes dalam jangka waktu sekitar lima sampai enam tahun.
[mor : inilah]