Evesham - Jika ancaman penahanan tidak cukup, maka memosting
foto-foto pelaku kejahatan di Facebook dianggap cara yang ampuh untuk
untuk mencegah kejahatan. Ide itulah yang diwujudkan oleh kepolisian
kota Evesham, Provinsi Worcestershire, Inggris, untuk memberi efek jera
pada para pelaku kriminalitas.
Seperti diberitakan oleh Huffington Post, para polsi di kota itu
memosting klip video, puluhan foto, laporan polisi, foto-foto orang
hilang dan inisiatif kepolisian. Pada hari Senin kemarin, ditambahkan
juga nama dan foto tersangka ditangkap karena mengemudi mabuk.
"Ini tangan masyarakat dengan informasi dan menempatkan wajah dengan
sebuah nama," kata Letnan Polisi Evesham Walt Miller. Kita punya banyak
informasi di dinding Facebook. Menurut kami itu baik sebagai informasi
publik," ujarnya.
Salah satu contohnya, Miller mengatakan dari hasil pertukaran
informasi di Facebook itu lembaganya terbantu untuk menangkap James
Dahl, seorang buronan yang pernah ditahan atas tuduhan rekayasa 13
kebakaran.
Halaman yang memiliki hampir 4.400 pengikut itu, tercatat sebagai
yang paling banyak diikuti se-negara bagian untuk polisi lokal atau
departemen pemadam kebakaran.
Namun, halaman Facebook ini juga mengundang keberatan warga karena
pernah memuat gambar tersangka, cara penangkapan dan informasi
identitasnya yang diposting pada dinding halaman. Argumen mereka adalah
bahwa reputasi dan karir wajah pengawasan dari jutaan pengguna Facebook
ketika tersangka masih harus dihukum.
Bernard Bell, profesor hukum Rutgers University menilai cara memuat
foto dan rincian penangkapan itu di Facebook posting bisa dikatakan
merupakan pelanggaran privasi, meskipun informasi tersebut merupakan
bagian dari catatan publik.
Dia melihat tujuan penegakan hukum sedikit memungkinkan masyarakat
umum untuk melihat dan mengomentari tersangka yang belum dipidana.
"Saya rasa mungkin ada klaim fitnah potensial posting gambar dan
informasi yang lalai dan tersangka bukan tokoh masyarakat. Tampaknya
setidaknya menjadi kebijakan yang buruk dan tidak pantas untuk sebuah
departemen polisi untuk lakukan," jelas Bell.
Tapi kata Miller mug posting gambar dan menangkap informasi di
Facebook ini sejalan dengan kebijakan departemen-nya pada informasi
publik dan media rilis. [bar] Inilah.Com