Deteksi keaslian video Ariel bisa dilakukan dengan berbagai cara.
Kepolisian juga memiliki alat yang lengkap untuk mendeteksi kebenaran
video itu.
Pakar TI ITB Agung Harsoyo mengatakan pendeteksian keaslian video
Ariel bisa dilakukan melalui beberapa hal. Pertama menggunakan features matching.
Cara itu merupakan teknik sampling dengan membandingkan beberapa foto wajah yang ada di video dengan foto asli.
“Ini merupakan teknik dasar di mana fitur-fitur tertentu yang memang
secara khusus ada misalnya iris mata, lebar antar kedua mata ataupun
fitur yang menonjol seperti tinggi badan serta proporsi tubuh,” katanya
saat dihubungi dari Jakarta.
Selanjutnya, menurut Agung, ialah menggunakan metadata. “Metadata
adalah informasi di dalam data misalnya tanggal pembuatan, jenis file,
software untuk capture, dan unsur-unsur file yang bisa dievaluasi
apakah ini masuk akal sebagai video Luna Maya atau bukan.”
Yang terakhir, Agung menjelaskan materi pendukung pada setting video
juga dapat dimanfaatkan. “Teman-teman dari cinematografi pasti
mengerti. Mereka dapat mendeteksi tempat kejadian, berapa orang yang
membuat video tersebut serta alat pendukung dari gambar ini. sehingga
diperoleh informasi mengenai kapan dan bagaimana proses pembuatan dan
dicocokkan dengan kejadian aslinya.”
Agung menilai pihak kepolisian memiliki alat yang lengkap untuk
mendeteksi kebenaran video tersebut, namun membutuhkan waktu untuk
memberikan keterangan deskriptif. “Kalau secara subtansi, saya rasa
pihak kepolisian tidak butuh waktu banyak namun memang diperlukan
analisis deskriptif agar bisa yakin sepenuhnya,” katanya.[ito]