Johannesburg – Spanyol menunjukkan kelasnya sebagai favorit juara
saat membekuk Honduras 2-0 dalam lanjutan penyisihan Grup H, Selasa
(22/6) dini hari di Stadion Ellis Park.
Sebenarnya ketika kalah dari Swis, Spanyol juga bermain bagus tapi
tak mampu menciptakan gol. Namun pada laga ini mereka seolah menjawab
keraguan itu, David Villa aktor utamanya.
Meski menang, posisi Spanyol belum aman. Kini mereka punya tiga
poin, sama dengan Swis karena menuai satu menang dan kalah. Tapi
selisih gol mereka lebih banyak karena mencetak dua gol dan kemasukan
satu, sedang Swis satu banding satu. Tiket 16 besar mereka raih jika
mampu mengalahkan Chili di laga terakhir 26 Juni mendatang, yang
sekaligus bisa jadi tolak ukur yang lebih pantas untuk kapasitas
Spanyol.
Sementara bagi Honduras, peluang mereka sangat tipis. Jika mau
lolos, mereka harus menang lawan Swis dengan selisih minimal empat gol,
sambil berharap Spanyol kalah tanpa mencetak gol ke gawang Chili.
Kembali ke pertandingan. Main terbuka, cekatan, stabil, berteknik,
kerja sama tim yang rapih, serta menciptakan peluang dan menghasilkan
gol tentunya, inilah Spanyol yang sebenarnya.
Kata ‘menang’ mungkin selalu terngiang di telinga para pemain Spanyol, bahkan jauh sebelum pluit kick-off berbunyi. Gengsi mereka sebagai juara Eropa memang sangat dipertaruhkan
pada laga ini, apalagi di partai pertama Iker Casillas cs secara
mengejutkan kalah 0-1 atas Swis.
Enam menit berjalan Spanyol langsung mengancam lewat David Villa,
bola hasil sepakannya dari luar kotak penalti masih membentur mistar
gawang Honduras yang dikalawal Noel Valladares.
Villa menunjukkan kelasnya sebagai striker papan atas lewat
aksi briliannya pada menit 17. Pantas rasanya memberikan semua jempol
yang kita miliki untuk penyerang baru Barcelona ini yang mengecoh tiga
pemain lawan sebelum menggenapkan catatan golnya yang ke-40 untuk La Furia Roja.
Fernando Torres sudah turun dari awal karena baru benar-benar fit.
tapi bomber Liverpool ini gagal menggandakan keunggulan meski punya dua
peluang emas jika diukur dari kapasitasnya.
Perbedaan kelas memang terlihat jelas. Hanya sekali Honduras mampu
melakukan tembakan, itu pun diblok bek Spanyol. Hingga wasit asal
Jepang Yuichi Nishimura meniup pluit jeda skor tetap 1-0 untuk tim
Matador.
Usai turun minum, tak butuh waktu lama bagi Spayol untuk
menggandakan keunggulan, tepatnya menit 51. Lagi-lagi Villa yang jadi
biangnya. Tapi sepuluh menit kemudian mantan pemain Valencia ini gagal
mengeksekusi penalti setelah Jesus Navas dijatuhkan dalam kotak
terlarang.
Ada pemandangan menarik di menit 65. Cesc Fabregas yang sempat ngambek akhirnya dimainkan oleh pelatih Vicente Del Bosque. Gelandang yang
kerap dikabarkan bakal hijrah ke Barcelona ini masuk menggantikan Xavi.
Empat menit kemudian Torres ditarik keluar, masuk Juan Mata. Sayang
baginya karena belum mencetak gol.
Cukup banyak peluang Spanyol menambah keunggulan, begitu juga dengan
kesempatan Villa jadi pemain kedua di Piala Dunia kali ini yang
mencetak hattrick setelah Gonzalo Higuain.
Tercatat delapan tendangan ke gawang dan melebar mereka miliki,
sedang Casillas sangat santai karena sekali pun Honduras tak mampu
melepas tembakan ke gawangnya. Skor 2-0 bertahan hingga usai.[van : Inilah]