Jakarta – Pada 70 juta tahun lalu naga kekar ada di daerah yang
sekarang disebut sebagai Rumania. Dinosaurus baru jenis Velociraptor
menakutkan itu ditemukan oleh peneliti Amerika.
“Balaur bondoc” yang berarti “naga kekar” ditemukan di Rumania oleh geolog Matyas Vremir dari Transylvania Museum Society.
Temuan ini dilaporkan pada edisi Selasa Proceedings of the National Academy of Science.
“Balaur mungkin adalah predator terbesar dalam ekosistemnya,” jelas penulis Zoltan Csiki dari University of Bucharest.
Csiki mengatakan Balaur sangat tidak biasa dan berhubungan dekat
dengan binatang seperti Velociraptor dan dinosaurus berbulu di China.
Peneliti mengatakan bahwa fosil ini panjangnya 6-7 kaki (1,8-2,1
meter) dengan tubuh kekar seukuran Velociraptor di bagian dunia lain.
Banyak kemiripan antara 2 predator ini.
“Kami berharap menemukan fauna karnivora, Balaur sangat menarik,”
kata penulis Mark Norell dari American Museum of Natural History di New
York.
Matthew T Carrano, kurator National Museum of Natural History
Smithsonian di Washington mengatakan temuan ini adalah “salah satu hal
aneh yang terus mengingatkan kita untuk tidak berharap selalu menemukan
apa yang kita inginkan.”Carrano bukan angota tim itu.
Di wilayah sama, peneliti menemukan fosil duckbille kecil dan
dinosaurus kecil pemakan tanaman seukuran sapi. Fosil Balaur baru ini
berupa kerangka termasuk kaki, pinggang, tulang belakang, lengan,
tangan, rusuk dan tulang ekor. Balaur memiliki jempol besar dengan cakar
besar yang dapat memanjang untuk menerkam mangsanya.
Dinosaurus ini memiliki kaki pendek dan kekar dengan tulang yang
menyatu dan otot yang besar pada pelvis di mana mengindikasikan
dinosaurus ini beradaptasi untuk kekuatan bukan kecepatan.
Selain itu, tangannya sudah berhenti berkembang dan beberapa tulangnya menyatu di mana menyulitkan untuk menggenggam.
Stephen Brusatte, mahasiswa pascasarjana Columbia University yang
berafiliasi dengan American Museum of Natural History
mengatakan,”Dibandingkan dengan Velociraptor, Balaur merupakan kickboxer
bukan pelari cepat dan mungkin mampu mengalahkan hewan lebih besar dari
dirinya sendiri seperti banyak karnivora saat ini lakukan.”
Norell mengatakan sulit mengetahui bagaimana cara berburu atau apa
yang dimakan. Tapi dia mencatat bahwa Balaur memiliki pelvis yang sangat
kuat dan bisa sangat membantunya. Hewan ini kecil, kekar, dan sangat
kuat.
Penelitian itu didanai oleh Rumanian National University Research
Council, American Museum of Natural History dan National Science
Foundation AS.[ito] Inilah.Com