Jakarta, 3/7/2009 (Kominfo-Newsroom) – Dirjen Pemasaran Pariwisata Depbudpar mengatakan, musik simfoni memiliki nilai universal dan sangat efektif dimanfaatkan sebagai cultural diplomacy dalam rangka merekatkan hubungan antar-bangsa dan antar-negara.
"Konser simfoni Twilite Orchestra yang dipimpin konduktor Addie MS dengan tajuk Indonesia-A Touch of Harmoni di Concert Hall Sydney Opera House akan menjadi cultural diplomacy dan dapat merekatkan hubungan Indonesia dan Australia,” kata Dirjen Pemasaran Pariwisata Depbudpar Dr Sapta Nirwandar dalam acara jumpa pers di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Jumat (3/7).
Orkes Simfoni Indonesia akan menggelar konser di Concert Hall Sydney Opera House Australia pada 21 Juli 2009.
Sapta Nirwandar yang didampingi Dubes Australia untuk Indonesia, Paul Robilliard dan Addie MS mengatakan, penampilan orkestra dari Indonesia itu di Australia akan menjadi yang pertamakali dalam sejarah perkembangan musik Indonesia, apalagi konser akan digelar di gedung konser bergengsi dan bertaraf internasional.
Konser tersebut difasilitasi Depbudpar bekerjasama dengan Konjen RI di Sydney dan didukung Kedubes Australia di Jakarta dan Australia-Indonesia Institue (AII).
Menurut Sapta, tampilnya Orkes Simfoni Twilite Orchestra Indonesia di Australia, selain akan mendekatkan hubungan kedua bangsa, juga diharapkan dapat mendorong motivasi para musisi muda Indonesia bahwa bangsa ini memiliki musisi simfoni kelas dunia.
Sementara itu Addie MS mengatakan bahwa seni musik simfoni dalam beberapa tahun ini telah berkembang pesat di Indonesia, antara lain ditandai semakin banyaknya acara-acara musik di televisi, pertunjukan langsung, maupun gubahan musik populer dan film yang dikemas dengan iringan orkes simfoni.
Musik simfoni, katanya, telah lama menjadi lingua franca dalam dialog musik di antara berbagai bangsa modern, dan menjadi media diplomasi yang sanggup memecah ketegangan di antara dua negara serta mempererat persahabatan di atas perbedaan-perbedaan yang ada di antara mereka.
Addie memberi contoh Boston Symphony Orchestra dari AS yang tampil di Uni Soviet pada tahun 1956, kemudian Philadelphia Symphony Orchestra (AS) tampil di China pada tahun 1973, dan tahun lalu New York Philharmonic Orchestra tampil di Korea Utara.
Peristiwa-peristiwa tersebut telah berhasil memecah kekakuan hubungan antarbangsa, katanya. (T.mf/ysoel)