Jakarta, Menkokesra.go.id : Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, dana untuk proses rehabilitasi seluruh bangunan dan infrastruktur yang rusak akibat gempa yang mengguncang beberapa daerah di Sumatera diperkirakan mencapai Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun.
"Tiga sampai empat triliun untuk rehabilitasi," ucap JK menanggapi pertanyaan wartawan saat jumpa pers usai shalat Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat ( 2/10 ). Ikut hadir menemani Menteri Agama Maftuh Basyuni serta Duta Besar Arab Saudi Abdurahman Moh Amin Al Khayyad.

Namun, kata Wapres, rehabilitasi merupakan tahap ke dua yang akan dilakukan pemerintah setelah menyelesaikan tahap pertama yaitu tanggap darurat. Untuk tahap pertama pemerintah telah mengucurkan dana Rp 100 miliar.
Dana
itu untuk menyelamatkan seluruh korban selamat dengan menyuplai
logistik baik makanan, obat-obatan, tempat tinggal sementara, dan
sebagainya. "Setelah itu lalu rehabilitasi secepatnya," kata JK.
Pendataan
seluruh bangunan yang rusak, tambah JK, membutuhkan waktu sekitar dua
minggu untuk mengetahui kerusakan dan total kerugian akibat gempa.
Ia
mengatakan, bantuan dari berbagai negara terus mengalir pasca gempa
seperti bantuan dari Jepang, Australia, Singapura, dan negara-negara
sahabat lain. Pemerintah pun siap menerima bantuan dari negara asing.
Ketika
ditanya mengenai perbedaan jumlah korban tewas yang cukup besar antara
data Satkorlak dengan data Depsos, menurut dia, sebaiknya data yang
digunakan dari Satkorlak.
"Satkorlak terdiri dari Gubernur dan Walikota. Mereka yang paling bertanggung jawab," kata dia.
JK
pun meminta masyarakat untuk mendoakan seluruh korban gempa. "Kita
semua turut berduka cita dan mendoakan keluarga kita yang menjadi
korban gempa," tutur JK. (koh)
Visitors : 1030002 Org Hits : 7535128 hits Month : 4954 Users Today : 450 Users Online : 13 Users
|