
Pornografi, entah sudah berapa banyak hubungan suami istri atau pasangan berpacaran yang jadi rusak karenanya. Hal ini dikarenakan keberadaan pornografi secara diam-diam telah berhasil merusak pandangan dan penghargaan seseorang terhadap pasangannya.
KapanLagi.com - Saat melihat tayangan yang berbau pornografi, seseorang seolah diajak
untuk berfantasi dengan indahnya, melampaui realita yang ada, entah itu
tentang struktur tubuh wanita (atau pria) yang seharusnya seksi, hingga
berbagai teknik liar dalam beraksi yang disuguhkan. Lalu, saat pasangan
mendapati bahwa pasangannya tak seseksi itu, dan tak selihai yang
diharapkan, maka ia jadi kecewa dan berusaha mencari pemenuhan lain
dengan cara yang tidak benar. Selain itu, masih ada beberapa lagi sisi
negatif yang merusak dari tayangan biru tersebut. Check this out!
Pornografi bisa menimbulkan kecanduan.
Pornografi
membuat seseorang jadi bergairah untuk menonton dan menonton lagi,
ingin tahu lebih banyak lagi, teknik dan performa apa yang lebih hebat
lagi. Tak jarang seseorang lebih memilih untuk menghabiskan waktu di
depan komputer atau TV daripada bersama pasangannya di atas ranjang.
Pornografi memimpin seseorang berpikir bahwa pasangannya hanyalah obyek pemuas belaka.
Memang
tak semua orang bakal berpikir seperti ini, sebab ada juga orang yang
nonton tayangan pornografi sebagai ajang untuk belajar beraksi. Namun,
bagi mereka yang memiliki tingkat egoisme tinggi, maka tayangan porno
yang ditontonnya bisa "mencuci" otaknya sehingga ia berpikir bahwa
tubuh pasangannya hanya sekedar untuk pemuasan seksual belaka.
Pornografi membuat seseorang suka membanding-bandingkan.
Si istri berkata,"Ah, andai perut suamiku six pack seperti aktor ganteng tadi..."
Sang suami pun tak mau kalah,"Coba istriku memiliki buah dada super seperti aktris "biru" itu..."
Siapa
coba di dunia ini yang suka dibanding-bandingkan dengan orang lain? Tak
ada seorang pun pastinya. Namun, itulah setidaknya yang ditularkan
tayangan porno. Andaikan pasanganku seperti dia....ah, benar-benar
merusak penghargaan dan penerimaan terhadap pasangan!
Pornografi membuat pasangan bosan.
Merambat dari suasana ranjang yang tak se-hot harapan, ada banyak orang, pria dan wanita, yang tanpa sadar membawa
rasa kecewa dan bosan mereka masuk dalam hubungan emosional yang ada.
Perhatian tak lagi segencar dulu, sikap apatis dan cuek mulai bersemi,
dan tentu saja hubungan jadi semakin dingin.
Pornografi bisa mereka-mereka yang masih singel.
Tak
berpengalaman dalam soal urusan nikah (apalagi seks), membuat kaum kaum
singel yang doyan nonton pornografi jadi memiliki persepsi yang salah
tentang hubungan seks. Mereka berpikir bahwa hubungan itu adalah pemuas
kebutuhan, dan pasangan yang menyukai mereka pasti akan bersedia juga
melakukan hal yang sama dengan apa yang mereka tonton.
Suami
misalnya, jadi "lupa" bahwa istrinya butuh merasa dicintai lebih dulu,
baru bisa berhubungan. Lain lagi dengan pria singel yang jadi menuntut
hal yang tidak-tidak, "Ayo, kalau kamu benar cinta aku, tunjukkan buktinya padaku. Bermalamlah denganku dan buktikan cintamu..". Benar-benar standar berhubungan yang menyesatkan.
Nonton = hancur dong!
Semua itu tergantung dari apa yang menjadi tujuan Anda nonton tayangan biru, apakah sekedar untuk have fun karena tidak ada tontonan yang lebih menarik? Ataukah untuk belajar
menjadi pasangan yang lebih baik saat beradu di ranjang. Jika Anda
memiliki tujuan jelas dan positif, serta sadar dan tidak membiarkan
diri terikat, maka menonton sesekali rasanya sah-sah saja. Jadi, apa
tujuan Anda saat click to porn? (wo/meg : Kapanlagi)
Visitors : 1232236 Org Hits : 8314410 hits Month : 4784 Users Today : 447 Users Online : 20 Users
|