Jakarta, Menkokesra.go.id : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginginkan adanya aturan agar standar kelayakan bangunan terutama gedung bertingkat di daerah rawan gempa dan bencana alam lainnya segera dirumuskan dan dijalankan.

KESRA -- 2 OKTOBER: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginginkan adanya aturan agar standar kelayakan bangunan terutama gedung bertingkat di daerah rawan gempa dan bencana alam lainnya segera dirumuskan dan dijalankan.
Ketika
meninjau dampak posko penanganan gempa di Balai Kota Pariaman, Sumbar,
Jumat (2/10), Presiden memberikan arahan kepada pejabat daerah setempat.
Dalam
arahannya itu, Presiden menuturkan pengamatannya bahwa banyak bangunan
yang runtuh adalah gedung berlantai lebih dari satu. "Harus dikeluarkan
peraturan ketat, apakah berupa PP atau Perda. Mensesneg ada di sini,
Seskab juga, segera siapkan bersama Menteri PU, Menteri Perumahan
Rakyat, untuk mengeluarkan aturan sertifikasi syarat-syarat bangunan
bertingkat di daerah rawan gempa," katanya.
Menurut Presiden,
banyak bangunan publik yang berlantai tingkat seperti pusat
perbelanjaan, sekolah, dan gedung pemerintah yang selalu dipenuhi oleh
masyarakat.
"Bayangkan kalau bangunan itu tidak kuat, tidak
diuji, tidak tahan gempa. Oleh karena itu harus ada sertifikat yang
betul-betul bisa dipertanggungjawabkan," kata Presiden.
Presiden
mengatakan persyaratan kelayakan gedung bertingkat itu nantinya akan
dikeluarkan dan berlaku untuk seluruh Indonesia, terutama di daerah
rawan gempa.
Presiden dalam arahannya juga mengatakan perlu
dibuat Perda yang dapat mengikat perusahaan-perusahaan yang memiliki
alat berat untuk segera mengeluarkan dan mendayagunakan alat-alatnya
tersebut jika terjadi bencana.
"Begitu ada bencana darurat
maka tidak harus bertele-tele, tidak mesti ditelepon berkali-kali, tapi
segera keluarkan alat-alat berat dan kalau ada pengeluaran dihitung
belakangan," tegasnya.
Bahkan, lanjutnya seharusnya perusahaan
itu tidak perlu menagihkan biaya apabila memiliki tanggungjawab sosial.
"Perda harus dikeluarkan untuk ini dan mengikat," paparnya.
Dalam
peninjauan ke kabupaten Pariaman, Presiden mendengarkan paparan Bupati
Pariaman Muslim Kasim dan Wali Kota Pariaman Muklis R tentang dampak
gempa di daerah tersebut.
Pariaman yang mengalami kerusakan terparah, 207 tewas, korban dirawat 336 orang dan belasan ribu rumah hancur. Di kabupaten Pariaman 80 persen bangunan rumah penduduk hancur. (koh)
Visitors : 1232211 Org Hits : 8314358 hits Month : 4782 Users Today : 445 Users Online : 16 Users
|