
Anda mungkin bukan penggemar film biru, namun tidak dengan si dia. Para pria pada umumnya gemar melihat film biru, alih-alih sebagai pelajaran seks, film tersebut juga membantu memicu gairah yang lebih, karena bagaimanapun juga seks adalah salah satu kebutuhan primer bagi para pria.
Jika
Anda mengenal film biru saat Anda sudah beranjak dewasa, atau setelah
Anda menikah, si dia sudah mengenal film tersebut bahkan sejak
berseragam merah putih. Kedengarannya gila memang, tetapi efek film
biru ini tidak hanya sekedar apa yang dikoarkan oleh media selama ini.
Anda
mungkin hanya tahu bahwa film tersebut dapat mempengaruhi moral
seseorang, memicu naiknya tindakan kriminal terutama pemerkosaan.
Tetapi jauh dari efek-efek tersebut, ada beberapa efek buruk yang
mempengaruhi kehidupan rumah tangga Anda. Apakah itu?
Namanya
juga film, tentu semuanya berakting dan telah disusun sedemikian rupa,
ya kan? Untuk itulah semua adegan yang ada di dalamnya adalah adegan
palsu yang dibuat agar menarik penonton. Dan semua kepalsuan tersebut
adalah awal dari efek buruk yang mempengaruhi si dia di atas
ranjang.[break]
1. Si pemeran wanita selalu "siap"
Adalah
sebuah hal yang mustahil jika wanita selalu siap melakukan hubungan
seks kapanpun. Kita adalah manusia yang membutuhkan suatu proses normal
untuk membiarkan gairah memuncak dan adanya lubrikasi alami. Dan adegan
yang ada di dalam film biru sangat jauh berbeda dengan kenyataan. Di
dalamnya artis wanita selalu siap saat si pria menginginkan.
Film
ini memberikan masukan pada pria bahwa Anda juga pasti siap, kapanpun
si dia mau. Dan terkadang hal ini membuat si dia sedikit memaksakan
kehendaknya pada Anda.
2. Semua wanita mau melakukan apapun untuk pasangannya
Tak
semua wanita nyaman dengan gaya yang ada di adegan film. Namun pengaruh
dari film biru ini membuat para pria buta. Mereka beranggapan bahwa
pasangannya akan mau melakukan adegan apapun seperti yang dilihatnya di
dalam film.
Contohnya saja saat si artis melakukan oral seks.
Tiba-tiba pasangan Anda meminta hal yang sama, padahal tak semua wanita
menyukai oral seks, termasuk Anda. Bukankah ini hal yang buruk?
3. Foreplay tidak dibutuhkan!
Semua
itu bohong! Dalam quickie sekalipun masih dibutuhkan foreplay, karena
tak mungkin sebuah penetrasi ada jika tak ada foreplay. Bedanya dalam
quickie foreplay dilakukan lebih cepat sehingga penetrasi hingga
orgasme didapatkan dalam waktu yang lebih singkat.
4. Semua yang dilakukan si dia pada Anda adalah "uh" alias kenikmatan
Sebuah
pukulan dan kekerasan bisa saja terjadi pada adegan di film biru. Dan
anehnya si artis justru menyukainya. Siapa sih yang suka hal kekerasan?
Tak ada wanita yang suka diperlakukan kasar, begitupun juga dengan Anda.
5. Tubuh wanita merupakan objek semata sebagai pelampiasan nafsu pria, dan wanita tak berdaya
Hey,
bukan hal itu yang menjadi inti sebuah hubungan seksual! Adalah
perasaan yang berbicara dalam sebuah hubungan seksual, bukan gairah
membabi buta sebagai alat pemenuhan kebutuhan semata.
6. Wanita tertarik pada wanita lain
Oh
sungguh suatu hal yang salah kaprah! Beberapa adegan film
memperlihatkan ketertarikan wanita pada wanita lain. Dan terkadang hal
ini merupakan suatu pelecehan yang dilakukan hiburan film.
Dalam
suatu pernikahan, seks dilakukan oleh pasangan yang sah dan seks adalah
hal sakral yang indah. Bukan adegan hiburan semata yang memberikan
kepuasan bagi penontonnya.
Nah, setidaknya saat ini Anda tahu
efek film biru yang buruk bagi si dia bukan? Bagikan informasi dan
pengalaman Anda, ajak si dia berbicara dari hati ke hati. (wo/bee : Kapanlagi)
Visitors : 1232136 Org Hits : 8314030 hits Month : 4780 Users Today : 446 Users Online : 17 Users
|